Guardian Angel Part 2

images (4)
4 Jam setelah ibuku terlelap dalam mimpi buruknya, akhirnya ia pun tersadar, “Nak, Siapa yang tega mengatakan itu? bila perlu kita laporkan saja ia ke polisi. ” Pinta ibuku. Akupun juga kebingungan karena tidak tahu oknum yang melakukan semua ini. “Hmmmm, mungkin ini hanya salah paham saja buk, ya jangan terlalu percaya lah yang bicaranya juga bukan tuhan kok. Malaikat kok bicara nya lewat telpon??” Logikaku berkata.

Pukul 08.30, aku masih penasaran dan menunggu kejadian tersebut. “Apa benar ya kejadian itu akan ada? yang pasti jangan sekarang ya Allah, aku masih ingin hidup, aku belum kuliah, aku belum bisa membahagiakan orang tua, dan bahkan…. AKU BELUM KAWIN!!!” Teriakku dari dalam toilet. Aku menangis tak karuan, sehingga tangisan itu didengar oleh ayahku. “Ada apa nak? jangan bilang kalo ini masalah mati lagi?” Tanya ayahku. “Nggak apa apa yah, hanya lagi kepengen nangis aja.” Sahutku dari belakang pintu. “Kalo punya masalah cerita dong? Lagipula, banyak hal yang lebih menarik dilakukan daripada sekedar menangis!!!” Bisik ayahku meski dari luar toilet aku tetap mendengarnya.

Benar juga tuh, kan masih banyak hal yang dilakukan sebelum waktu itu datang menjemputku. “Demi Orang tua , dalam 30 menit terakhir ini, aku harus bisa membahagiakannya! Ganbatte Nisa!!!” Jeritku dalam hati. Akhirnya, akupun berlari ke ruang keluarga, dan mendekati ayah dan ibuku yang sedang bercanda tawa. “Ibu, Ayah, boleh aku ikut bicara dengan kalian? Sekalian mengisi waktuku 30 menit ku.” Pintaku. “Nak, jangan gitu lho sayang. Kan umurmu masih muda masak pesimistis gitu sih? belum tentu malaikat beneran yang ngomong itu!!.” Sahut ayahku spontan. “Gini aja deh nisa, Kamu ke warung ya, beliin ibu Mi Goreng Buat kita sahur nanti. Nih Uangnya, Udah Beli sana!”Suruh ibuku.

Akupun langsung bergegas ke warung sembari menunggu waktu tersebut. “Huh, bantuan terakhir ku…” Lirih ku. Ketika dalam perjalanan pulang, aku melihat ada seseorang di dalam ruangan telpon umum di pinggir jalan. Aku mendekatinya, lama kelamaan, “Hah, itukan Maman? apa yang ia lakukan jam 9 ini??” Tanyaku berdebar. tak lama kemudian, ia mengeuarkan secarik kertas berisi nomor telpon (Menurutku) dan langsung Menekan tombol Telepon umum itu. Dan, Tiiiiiitt, IWAK PEYEK, IWAK PEYEK, IWAK PEYEK NASI JAGUNG, SAMPE NENEK SAMPE NENEK…. Aku pun lupa kalo aku membawa Hp-ku, Langsung kujawab sekitar 2 Blok Rumah dari tempat Maman, “Halo? Siapa Ini? Jawabku. ” Ingat siang tadi? Ini waktumu telah tiba!!” Rintihnya menakutkan bagiku. Aku bingung, kenapa suara di Hp-ku ini mirip sama apa yang dikatakan oleh Maman ya??

Akhirnya, secara spontan aku mengetahui bahwa itu adalah ulah si Maman, aku langsung menjawab dari Hp-ku secara diam-diam, ” Ingat? Mau Mencabut nyawaku? ” Tanyaku. “Eits, Jangan Secepat itu dong, Semangat bener kalo mau mati? Ini nih yang biasa kulakuin, mau Minta permintaan terakhir gak? ” Tanyanya. “Oh, Boleh . Aku cuma mau minta jaga orang tua ku baik-baik, My Angel.” Sahutku terkikik. ” Kok Kamu malah tertawa? Ada yang lucu?” Ia mualai kebingungan. “Aku cuma mau nanya, kok malaikat botak ya? pake baju pink, celana ketat?? ” Tanya ku tertawa. Ia pun membalikkan badan, dan melihat aku secara langsung, ia sontak berlari, namun dengan sigap kakiku menghalangi kakinya untuk melangkah, sehingga ia pun terjatuh. “Maafin aku Nis, aku cuma bercanda doang, gak ada maksud buat kamu untuk mati… ” Teriak maman ketakutan.

Aku pun ingat tentang diary tadi, ” Ehh, mana diary ku? kamu apain diaryku?” Tanyaku. “Emmm, aku gunain buat nakut-nakutin kamu.. yang phobia tentang rintihan suara itu lho, ini diarynya” ia pun mengeluarkan diary itu dari dalam ransel nya. ketika aku hendak mengecek diary itu, tiba-tiba ia pun langsung berlari dari hadapanku. “Sudahlah, lupakan saja yang penting gak jadi waktu itu tiba, makasih ya allah” sambutku bahagia. Aku pun langsung pulang dan merebahkan diriku ke kasur karena bersiap untuk hari pertama puasa Besok. ” Aku masih bisa menikmati bulan suci-Mu ya Allah.” Do’a tidur pun terpanjatkan.

Selesai..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s