Guardian Angel

download (3)

OLEH : VIRGIAN

Ooooaaappppp, aku pun bangun sekitar jam 7 pagi… “Oh tuhan, aku terlambat lagi!!!!” Teriak ku hingga dapur di lantai bawah terdengar. Perkenalkan namaku Annisa Felisia dan biasa dipanggil Nisa. Aku bersekolah di salah satu sekolah terpandang di bandung. Hari Ini Merupakan Gladi bersih untuk kelulusan angkatan kami setelah bersekolah 3 tahun di SMA negeri Mandiri Bandung. Seperti biasa, penyakit Ngaret ku kumat lagi ketika aku bangun kesiangan. “Dah ibu, dah ayah” Ujarku sambil berlalu. ” Loh Loh, Kok gak sarapan? entar pingsan dijalan lagi..” Gerutu ibuku. ” Tidak ada waktu untuk itu ibu, aku harus pergi sekarang!!” Sahutku dari luar rumah. ” Mau Dianta…” Ayahku berteriak tapi tidak dilanjutkan lagi kata-katanya karena aku sudah menghilang dari pandangannya.

Syukurlah, aku sampai di sekolah 30 detik sebelum pagar ditutup, aku pun bergegas ke kelas ku dan menaruh tas. akan tetapi, bukan buku yang aku bawa, melainkan Pakaian yang akan kugunakan untuk hari kelulusan besok. Aku langsung berlari ke toilet untuk ganti pakaian, dan tiba-tiba buku diary ku terjatuh, aku pun tidak sadar waktu itu. “Kok buru-buru amat, nisa?” Ujar Maman, teman sekelasku datang menegur ku dari belakang, ia sudah berpenampilan layaknya orang yang sudah siap lulus dari sekolah ini. ” Kamu gak lihat apa? aku belum ganti baju tau! udah minggir sana!!” perintahku. aku agak sedikit benci dengannya karena ia sering jahil denganku begitupula dengan teman sekelasku.

“Hmmm, apa ini? Diary kah?” Maman mengecek buku diary ku yang terjatuh tadi setelah aku berlalu darinya. “Oh My God! Ini semua tentang Nisa ya? Hahahaha ada daftar mantannya segala lagi.” Ia pun langsung menyimpannya ke dalam tasnya.
akan tetapi, bukan itu yang kutakutkan, melainkan adalah, ketakutan ku pada Suara rintihan yang menyeramkan. aku sering melampiaskan ketakutanku itu pada diaryku. sehingga tanpa disadari, maman mempunyai ide untuk mengerjaiku. Yaitu menjadi Guardian Angel-ku.

Beralih ke keadaan ku sekarang, aku sudah berpakaian layaknya seorang lulusan baru sarjana, hahahaha…. Ok, aku siap untuk gladi bersih. adapun yang dilakukan ketika gladi bersih ini sangatlah banyak, mulai dari cara naik ke panggung dengan baik dan sopan, menyanyikan lagu-lagu nasional, dan lain sebagainya. Tapi, yang membosankan adalah tidak ada satupun kegiatan yang berhubungan dengan baju ini ketika gladi bersih. “Huh, dasar Baju mahal, dilihat menggiurkan, dipakai menggerahkan!!” Ujarku dalam hati. Gladi pun dimulai, kini giliranku untuk menaiki panggung, dan tiba-tiba, “Nisa, kamu mau Jalan di catwalk atau di panggung hah? Masak kayak orang mau jalan di Catwalk aja, lenggak lenggok lenggak lenggok, Mau jadi Model ?”. Kata Trainerku.

Aku pun pasrah saja ketika sering dikomen gak jelas oleh trainer “Tuyul” itu. “Ya Allah, Semoga Kepalanya Pelontos terus ya Allah!!” Pintaku dalam hati, eits tapi ini hanya gurauan saja ya, tidak untuk ditiru. Akhirnya, Sore pun menjelang, aku pulang kerumah dengan hati yang Jenuh (dibilang galau sih enggak). Sesampainya dirumah, aku pun langsung merebahkan diriku ke kasur buatan jepang yang sangat empuk sehingga ketika tubuh direbahkan, rasanya seperti dipijat bidadari dari surga, eits tapi saya bukan Lesbian Lho…

30 Menit kemudian, Hp-ku berdering, “Pasti ada Telpon” Ujarku karena aku tahu itu telpon karena Telah aku set Dering Lagu “Iwak Peyek” Untuk Nada Telpon. ” Halo? Masmuka/Masmuki?? (Hahahaah Sok Arabic), Tanyaku.” “I’m Your Guardian Angel, Nisa” Rintih Suara tersebut. Rintihannya, membuat ku merinding 7 hari 7 malam rasanya. Bulu Ketek (Ehhh Bulu Kuduk Maksudnya) Ku berdiri. “Kau Gila, hah? Guardian Angel?? Apa aku mau mati? Ngeyel ahh..” Teriak dari kamar kepada orang itu. “Kalo Kamu gak percaya oke deh, aku tebak tentang kamu ya, hmmm, kamu lahir tanggal 14 juni 1995, kelas 12 IPS, Sekarang memakai jaket warna Kuning Gambar Sule dan Parto, Rambut dikepang kayak mau penganten…” “Stopp.. Teriakku” Aku langsung Mematikan Telpon itu.

Belum Sempat Ke WC, Aku mendengar Hp-ku berdering Lagi, ” HALO, EHH, KALO MAU JAHIL, JANGAN AKU YANG LAIN AJA?” Teriakku seolaholah petir pun menggelegar bumi. “Kau akan meregang nyawa malam ini jam 9… ” dan Tiiiiiitttt, Terputus. Ya tuhan, apakah benar yang dikatakan orang itu bahwa aku akan mati jam 9??? Aku pun segera ke WC dan Muntah-muntah karena mendengar suara rintihan itu, maklum Phobiawati.

Aku pun segera mengambil makanan cemilan di dapur untuk dibawa kekamar, sesampainya di dapur, aku tak henti-hentinya Memanjatkan Asmaul Husna kepada Allah, Karena ingin menghilangkan rasa takut akan perkara itu. tiba-tiba Ibupun datang, “ada apa nak? kok cemberut terus dannnn.. mengapa kamu megang tasbihan segala??? Tahlilan??” Tanya ibuku kebingungan. “Hmmm Sebenarnya, Nisa mau terus terang kalau nisa bentar lagi.. Mati.” Jelasku pada ibu. “Hah?? Apa??”, Teriak Ibuku dan langsung Pingsan….

Bersambung…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s