Tak Ada Yang Mencintaiku

images (3)

Oleh: Virgian.

Aku Terlahir Tanpa Orang tua sejak umurku masih 7 bulan, ayahku gugur dalam peperangan, sedangkan ibuku Dimutilasi karena hendak melindungiku dalam suatu perkara yang tidak kuketahui sampai sekarang. Namaku Angga Hariyanto, aku sekarang hidup sebatang kara dalam sebuah gubuk kecil yang reyot dan mulai rapuh di santap Rayap. Sebelumnya, aku sempat dirawat oleh bibiku sampai aku beranjak dewasa, dialah yang mengajariku berbagai hal-hal yang berguna untukku, mulai dari rajin beribadah, sopan santun, dan berperilaku baik, namun sekarang ia telah mendahuluiku karena sakit keras. Aku sekarang berusia 17 tahun. Masa kecil ku sungguh kelam, hal itu disebabkan oleh rupa wajahku yang menyerupai seekor monyet, sehingga tak pelak cacian datang mengerumuniku. Kulit tubuhku juga sering mengelupas dengan sendiri, sehingga aku sering mendapatkan siksaan yang entah apa penyebabnya.

Keadaan ini justru tidak membuatku berburuk sangka terhadap orang yang mencaci, aku malah memaafkan mereka sebelum mereka menghinaku melalui lisannya. akan tetapi, untuk menghindari segala perbuatan buruk yang dilakukan para warga desaku, aku harus menghindar dari mereka, tinggal di tempat yang asing. Keadaan itu semakin membuatku tersudut, karena tak ada yang mau menyambangi rumahku atau bahkan sekedar berdiri di depan teras ku.

Pekerjaan ku hanya lah mencari kayu bakar untuk memasak makanan hasil buruan ku. Adapun ketika persediaan kayu bakar habis, dan tidak ada di hutan tempat biasa aku mencarinya, terpaksa aku makan mentah-mentah buruanku atau bahkan tidak makan sama sekali. Dalam suatu hari, ketika aku mulai pergi berburu, aku melihat ada Seorang wanita cantik di seberang sungai. “Siapa Wanita cantik itu? mengapa ia ada disini? ” tanyaku penasaran. Lalu, aku mendekatinya dan langsung menyapanya, “siapa kau wahai wanita muda?” Tanyaku perlahan. dengan perasaan agak takut dengan penampilanku ia menjawab, “aku adalah Cynthia, Putri kerajaan Sorang, aku disini karena aku hendak dibunuh oleh selir ayah ku”. Ujarnya.

“Mari kerumah ku, mungkin aku bisa membantumu, akan tetapi, maaf jika tempat ku tidak berkenan bagimu”. Ujarku rendah hati. “Terima Kasih wahai…” “Angga” Jawabku langsung cepat. “sama-sama wahai putri raja” “panggil saja aku Cynthia, angga” Jawabnya tersipu malu. Aku merasakan hal yang berbeda dari wanita satu ini. sebelumnya, tidak pernah ada wanita yang mau mendekatiku, namun kali ini berbeda, ia bahkan tidak menunjukkan rasa jijik terhadapku. Oh Tuhan…

Sesampainya di rumah, aku pun langsung menyiapkan makanan untuknya. ” Maaf cynthia, hanya ini yang dapat saya berikan untuk anda.” Aku merendahkan diri di hadapannya. Tanpa dijawab, ia langsung menyantapnya dengan lahap, “Ia mungkin kelaparan setelah berhari-hari di hutan ini” Pikirku. aku pun langsung merebahkan diri ku di atas tikar tipis buatan bibiku. dan aku tertidur.

***

Hari demi hari, tahun demi tahun telah kami lalui di gubuk ini, tanpa terasa benih-benih cinta pun mulai muncul diantara kami, dan akhirnya pada suatu hari aku berniat untuk menyatakan hal itu kepadanya. “Emm, Cynthia, saya rasa hal ini memang harus diutarakan namun aku tidak tahu apa jawabannya, maukah kau menjadi istriku?” Tanganku dingin dan gemetaran. “Apakah kanda yakin akan hal ini? jikalau kanda siap, mengapa tidak? saya mau kok…” Wajah tersipu malu dari nya membuatku yakin akan hal ini. Dan akhirnya, kami pun menikah. Tidak ada yang hadir, kecuali teman-teman sebayaku yang semasa kecil masih sedikit pengertian terhadapku.

7 Tahun telah berlalu, namun, kami belum dikaruniai seorang anak pun. Belum sampai aku membicarakan hal itu lebih jauh lagi dengannya, tiba-tiba ada suara ketukan pintu yang keras dari arah luar. “Buka Pintu, wahai Kera. &*&*(@!#(&(^#@^*!(&)” Kata-kata tidak jelas itu langsung dimengerti oleh istriku. “Gawat, kanda, itu ayahku dia sengaja menyebutkan itu agar mengecek keberadaanku disini apakah ada atau tidak. aku harus sembunyi”, Pintanya. Belum Sempat bersembunyi, Pintu pun terdobrak. “Disini kau rupanya putriku, apa yang kau lakukan? mengapa kau bersama Manusia kera ini?” Tanyanya. Dia penasaran. “Ayah, Maaf, Aku telah menjadi istri Angga. Kami saling mencintai, dia telah menyelamatkan hidupku dari bahaya hutan ini.” Isak tangis nya pun keluar. Aku semakin bingung mengapa ia harus menangis, bukannya marah terhadap ayahnya.

“Bo**h kau putriku, Kau memang tidak tahu aturan kerajaan kita, menikah dengan orang miskin dengannya sama dengan merendahkan kerajaan kita anakku”. Teriak ayahnya. Tiba-tiba, datang seorang pemuda gagah tampan dengan pakaian ala pangeran. “Cynthia? Disini kau rupanya? kemana saja kau selama ini, aku mengkhawatirkanmu sayang.” Ujarnya langsung memeluk Cynthia. Cynthia pun langsung tersenyum bahagia melihat pemuda itu datang kemari. Aku sontak terkejut dan bertanya, “Siapa kau wahai pemuda? Berani nya kau menyentuh istriku?” Teriakku. “Maaf sebelumnya, Aku adalah Dennis, Pangeran dari kerajaan Gangga. dan juga merupakan tunangan dari wanita ini. Mari kita Pergi Sayang” Perintahnya kepada Cynthia. “Tunggu! Apa yang kau lakukan cynthia? Tega sekali kau… ” Belum sempat aku melanjutkan kata-kata ku, “Maaf Angga, Aku bukan Lagi istrimu, kita harus berpisah mulai saat ini dan.. LUPAKANLAH AKU!!” Teriaknya kepadaku. Aku Bingung, dan tiba-tiba Pengikut raja melibas pedangnya kearah tangannya hingga luka parah. dan aku dibawa ke kerajaan bagian bawah tanah.

Aku pun berada di penjara bawah tanah. Hidup Sendiri, Dikhianati, disakiti, bahkan dimaki-maki lagi. Aku pun sakit hati akan hal itu, dalam kesedihan itu, tiba-tiba muncul suara yang tidak pernah aku lupakan selamanya, “Angga, Ingatlah, meskipun kau dihina, dimaki, disiksa bahkan tidak dicintai orang lain, ingat, ingat, ingat Orang Tua mu selalu menyayangimu, mencintaimu bahkan mendoakanmu disini nak, di SURGA, teruslah jalani hidupmu dengan senyuman, jangan ada dendam satupun melekat dihati mu.” Suara itu pun lenyap. Menyadari itu, aku pun beranjak pergi dari penjara dan mengalahkan seluruh prajurit yang menjaganya dan membebaskan semua tahanan di dalam penjara itu. Aku Pun Lari bersama mereka ke tempat lain, dan membentuk sebuah kerajaan dibawah bimbinganku yang arif dan adil dan saling menghormati tanpa membedakan keadaan fisik dan rohani. “Terima Kasih Ya Allah. Aku Tahu Arti Hidup Sekarang. Hidup bukanlah untuk mencari kesenangan belaka, tetapi harus ada kegagalan dan kehinaan dari kesenangan tersebut.” Selesai…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s