Itulah Tujuanku (Lanjutan Cerpen “Kaulah Yang Aneh”)

download (1)

Oleh: Virgian.

Sekian menit ia Tertunduk, Akhirnya Pablo pun Menjawab dengan lemah namun pasti, ” Ya, Aku Vampir, Aku memang Vampir dan Selalu Menjadi Vampir.” Aku kaget bukan kepalang, sampai-sampai Lendir dari hidung ku keluar secara spontan, walau pun ada rasa jijik darinya, tapi dia melanjutkan ceritanya, “Sebenarnya Aku Tidak terlahir sebagai Vampir, Jauh sebelum aku tinggal di daerah sini, aku tinggal di sebuah pulau terpencil bersama para penduduk di sekitar daerah tersebut, namun daerah tersebut tidak begitu aman, karena berseberangan dari pulau itu, terdapat pulau dimana para Vampir tersebut singgah. Takut akan hal itu terjadi,…” Aku langsung memtong ucapannya seraya berkata, “Kita lanjutkan di tempat yang aman dan sepi saja, OK?” Dia tidak menolak.

Sehabis jam belajar, kami pun langsung mencari tempat sepi, dimana lagi kalau bukan “Tempat Sampah”. Ya, tempat ini memang banyak digunakan para siswa untuk berpacaran atau bahkan lebih parah lagi, bercumbuan. Tapi tenang, kami tidak bermaksud untuk melakukan hal itu, bisa mati aku kalau ayahku mengetahui aku bercumbuan apalagi berpacaran di tempat sepi. Dia pun langsung bercerita lagi, ” Takut akan hal itu terjadi, lantas kami membuat suatu perjanjian dengan para Vampir, yang isinya adalah, Vampir tidak akan menyerang kami asalkan kaum kami tidak menyerang mereka ketika berada di wilayah kami, dan kami tidak akan diserang, asalkan tidak masuk ke wilayah mereka” Ujarnya panjang lebar. “Meskipun kami merasa dirugikan, namun kami mematuhi perjanjian itu.”

“Bertahun-tahun sudah perjanjian itu dijaga, namun akhirnya dikhianati juga, itu dikarenakan ulah seorang vampir yang semena-mena di wilayah kami ketika berkunjung kesini, masalah sepele itupun membesar ketika secara tidak sengaja aku memukuli nya dengan batu lantaran kesal. dirasa melanggar janji, vampir itu kembali ke tempat nya, dan memberitahukan bahwa salah seorang penduduk dari kami, yaitu aku, telah melanggar janji. Para penduduk berinisiatif untuk mengikat ku disini sampai vampir tiba, sedangkan mereka sudah melarikan diri. Akhirnya, aku pun dibawa mereka dan disiksa, ditendang hingga dipukuli sampai pingsan.” Katanya dengan penuh perasaan sedih.

“Terus mengapa kau bisa kabur sampai kesini?” Tanyaku bingung. ” Pada suatu malam, aku tersadar dari pingsanku. melihat sebilah pisau terkapar, aku langsung mengambil nya dengan menggesek tali pengikat tanganku sehingga akhirnya lepaslah tali itu. Lalu aku mulai berencana kabur dari tempat gelap itu, namun, tidak semudah itu, aku harus berhadapan dengan vampir penjaga, dengan kemampuan ku yang kudapat entah darimana, aku bisa mengatasi mereka. dan berlari menjauh dari tempat itu. Aku juga merasakan hal aneh, dari tubuhku, aku berlari sangat kencang melebihi kecepatan mobil, dan badanku sekeras batu ukir dan begitu dingin. Aku pun langsung menyadari bahwa aku adalah.. Vampir.” Ujarnya begitu datar wajahnya.

“Mungkin mereka ingin memanfaatkanku karena tubuh ku yang kekar, sehingga mereka mengubahku menjadi vampir, namun aku tidak ingin itu terjadi, aku ingin balas dendam ke mereka. Oleh karena itulah aku disini.” Katanya. “terus, mengapa kau sampai menggigit seorang siswa di tempat kuliah lama mu itu?” Kataku semakin penasaran. ” Kau ini tidak tahu seorang vampir saja ya. Ya, Itulah Tujuanku. Tujuan hidup seorang vampir adalah meminum darah manusia dan kemudian membunuhnya tanpa perasaan.”Katanya tertawa. Aku Menggigil, gemetaran karena berhadapan dengan vampir ganas. “Tapi jangan takut, aku ini baik, aku tidak membunuhnya, aku melakukan itu karena mereka sering mengejekku. Aku juga tidak berniat ingin membunuhmu kok.” Ujarnya tersenyum.

“terus mengapa kau tidak mati, ketika digigit mereka?” Tanyaku. “Vampir mempunyai dua kehedak ketika menggigit manusia, pertama mereka menggigit karena ingin dimanfaatkan tubuh manusia itu, sehingga manusia itu tidak mati dan jadi vampir, dan yang kedua adalah untuk membunuh. Aku digigit karena kehendak pertama tersebut, ingin dimanfaatkan, namun aku tidak mau” Jawab nya tersenyum lagi. Merasa terpuaskan oleh penjelasannya, aku pun mengajak nya pulang kerumah ku untuk “Dinner” bersama keluargaku. Tidak ada satupun keluargaku merasa aneh ketika Pablo datang, kecuali kakakku, Almeira. Ya, Ia terlihat sangat anti dengan Pablo yang tak lain adalah seorang vampir, namun kakakku tidak tahu jika pablo adalah vampir. Ia anti dengan Pablo karena sifatnya yang aneh dan pendiam.

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11 malam, saatya ia untuk pulang, “Aku pulang ya, Ntar kapan-kapan kerumahku” Ujarnya ramah. Ia pergi dengan cepat, berlari. Aku pun, segera merebahkan diri ke kasur ku yang empuk dan akhirnya, tidur..

2 Bulan kami telah menjalin komunikasi yang erat, sehingga tanpa terasa, benih-benih biji tanaman (Maksudnya Cinta, hahaha) Mulai muncul diantara kami, namun ia tidak pernah mengutarakan hal itu kepadaku. Sampai pada suatu hari, ketika aku menyambangi rumahnya, Aku melihat ia membanting segala barang dikamar kost nya. “Apa yang kau lakukan Pablo? Apa yang terjadi kepadamu?”. Tanyaku khawatir. “Ibuku, Ibuku disiksa oleh vampir disana, ia ditangkap sebagai ganti rugi dari pelarianku. Aku tidak Mau hal itu terjadi susan. Aku Harus segera kesana”. Ia terbata-bata. “Jangan, Jangan pergi, bahaya bagimu jika kau kembali kesana. Aku tidak mau hal itu te…” Kata-kata dipotong olehnya. “Itulah tujuan seorang Vampir, Susan. Meminum darah dan membunuh tanpa perasaan. Dan itulah Tujuanku, Membalaskan dendam kepada mereka, Lalu Membunuhnya tanpa perasaan” Bisiknya di telingaku.. Ia pun bergegas meninggalkan ku.

Bersambung….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s