Dendam Terbalaskan (Lanjutan Cerpen “Itulah Tujuanku”)

images

Oleh: Virgian.

“Tunggu..” Teriakku. “Apa pun yang terjadi, aku akan ikut denganmu, aku akan bersamamu”. Tegasku. “Tapi susan, terlalu bahaya bagimu untuk ikut. Lagipula, kau seorang manusia..” Bisikna perlahan. “Pablo, aku menyukaimu, aku akan melakukan apapun demimu!” Sahutku. “Tidak ada waktu untuk itu, susan.. Aku Harus Pergi” Katanya. Secara spontan aku menjawab, “Baik, kalau begitu ubahlah aku menjadi Vampir seperti dirimu, agar aku bisa bersamamu, kau juga bilang kalau vampir bisa mengubah manusia menjadi vampir sesuai kehendaknya” Lanjutku. Ia sontak terkejut, “Kau ini, susan ada-ada saja kalau bicara, tidak mudah menjadi seorang vampir sepertiku, Kau akan mengalami rasa sakit yang luar biasa saat pertama kali digigit susan.” Jelasnya. “Aku akan lakukan itu untukmu, Pab..”Rintihku seraya memohon kepadanya.

Setelah sepakat dengan perjanjian bahwa aku akan segera berubah jadi vampir olehnya, aku pun langsung kerumah untuk membawa bekal yang akan kubawa ketika pergi dan sekalian memohon izin, hingga pada malam harinya, orang tua belum juga pulang dari kegiatannya masing-masing, sehingga aku meninggalkan pesan tertulis di kulkas bahwa aku akan pergi untuk menolong pablo menyelamatkan orangtuanya. Aku pun langsung berangkat ke tempat tinggal pablo yang lama. Memang, keadaan tempat tersebut sangat terisolir dari dunia luar, apalagi kondisi cuaca nya yang dingin karena tempat tersebut sangat redup cahayanya. “Ini dia rumahku yang lama, mungkin kita bisa disini selama 1 atau 2 hari” Ujarnya. Aku pun mulai membicarakan topik utama, yaitu mengubahku menjadi Vampir.

Setelah dipikir-pikir, akhirnya ia pun memulai rencana itu, pertama ia mengubahku terlebih dahulu, setelah itu langsung mendatangi tempat para vampir. Dan saatnya pun telah tiba, “Maaf jika ini sakit, yah begitulah rasanya” Katanya sambil tersenyum. aku hanya mengangguk, kemudian ia mendekati leherku, dan mulai menggigitnya, dan Waaaawww, rasanya benar-benar menyakitkan, aku tak kuat menahan tangisku, kemudian kejadian perih itu pun usai. “Butuh waktu beberapa jam untuk melihat reaksinya”. Ujarnya. “Tapi tidak lama lagi kau akan menjadi sepertiku.” dia Terbahak-bahak, Aku hanya tersenyum. 2 jam kemudian aku merasakan hal aneh, Badanku menggigil, Mukaku pucat, dan tiba-tiba aku mendapat suatu kekuatan yang dahsyat setelah digigit oleh Pablo. Akhirnya, aku pun menjadi Vampir.

Setelah membahas strategi yang akan digunakan untuk menyerang mereka, lalu kami menuju ke tempat mereka, meski cuma berdua saja, kami yakin kami bisa mengalahkan. Nampak dari kejauhan terlihat lah Sebuah kastil kuno yang sudah usang namun bernilai arsitektur yang tinggi. Kami disambut dengan Ramah saat memasuki tempat, karena penjaga tidak mengetahui bahwa pablo adalah tahanan disana sebelum ia kabur dan ia pun juga telah menjadi vampir, maka wajar saja hal itu terjadi. Ketika kami menuju ruang utama, kami pun dikejutkan dengan teguran dari seorang vampir tua yang kupikir adalah pemimpin dari para vampir disini. “Kami tersanjung akan kedatangan kalia, ada hal apa sehingga kalian kemari?” tanyanya penuh senyum sinis. “Mana ibuku ? katakan, dimana dia? berani sekali kau menangkap ibuku?” Tanya pablo geram. Tiba-tiba datang 3 vampir lain mengelilingi yang tua tersebut. 2 cowok dan seorang cewek, tubuh mereka begitu sempurna, tinggi, dan ideal. “Apa ini yang dimaksud oleh pablo? pemanfaatan?” ujarku dalam hati.

“Nampaknya aku mengenali wajah lelaki ini, engkau Pablo. Lancang sekali kau datang kemari, dasar kacang yang lupa pada kulitnya!!” Kata seorang vampir lelaki yang berada disisi kiri. Vampir itu pun menyerang pablo, begitu pula pablo, mereka saling menggigit. “Hentikan Harry, kita harus menyanjungnya dengan baik, bukan dengan pertengkaran.” Kata yang tua. Terlihat Leher harry berdarah, nampaknya Pablo memenangi perkelahian itu. ” Ehmm, Pablo sebenarnya kami ingin menjadikanmu Sebagai bagian dari keluarga kami, nah jika kau bersedia dengan hati, maukah kau ikut dengan kami.? ” Tanya yang tua. namanya adalah Clark. Pablo pernah cerita denganku tentang dirinya. Tanpa basa-basi pablo pun meludah tempat itu seraya berkata,” Aku tak sudi jika aku menjadi pengikutmu, kau menghancurkan hidupku!!” Ia pun menyerang Clark dengan secepat kilat. Begitu pula dengan ku, aku mengurusi 3 vampir tersebut, Pablo percaya padaku bisa mengalahkan mereka Karena aku memiliki kekuatan yang tidak dimiliki vampir pada umumnya, yaitu Tubuhku tidak mempan akan gigitan vampir lain, berbeda sebelum aku digigit pablo, tubuhku mudah digigit siapa saja layaknya manusia biasa.

Akhirnya, aku pun bisa mengatasi ketiga vampir tersebut, sedangkan pada suatu kesempatan, Pablo menggigit leher dan urat nadi Clark sehingga ia tergeletak tak berdaya di lantai. Kami pun langsung menuju tempat ibu pablo disekap, kami menemukannya dalam keadaan lemah tak berdaya. Namun, ketika keluar dari tempat tahanan itu, Clark pun berubah menjadi monster yang begitu besar, sehingga kami pun terpaksa harus mencari tempat aman untuk bersembunyi, “Aku juga harus mengubah ibuku menjadi vampir, agar kita bisa selamat dari Si Psikopat itu” Katanya tergesa-gesa. aku hanya diam, dan menolong pablo mengubah ibunya menjadi vampir, tak lama kemudian ibu pablo berubah wujud menjadi vampir yang memiliki kekuatan membaca pikiran orang lain sama seperti pablo. Kami bertiga pun menyerang Clark itu dengan segala cara, namun gagal. Akhirnya pablo pun teringat akan kata-kata yang diucapkannya pada suatu waktu. Ia berkata, ” Susan, Ia memiliki sebuah jantung, di bagian tengah perutnya. Maka dari itu, Gigit dan tikam jantung, sedangkan aku dan ibuku berusaha mengalih perhatiannya. Akhirnya, aku pun berhasil menggigit jantungnya dan menikam jantung sehingga clark pun tewas di tempat.

“Huh, syukurlah. Engkau tidak apa-apa bu?” Tanya pablo khawatir. “Tenang, ibu baik-baik saja kok.” Jelasnya kepada kami. Kami pun mencari tempat baru untuk tinggal, dan kami pun menikah. Hingga pada suatu saat, aku teringat akan rumahku, disaat kami berniat untuk kembali ke tempat ku, tiba-tiba keadaan rumah kosong. kami mencari mereka di segala tempat, namun tak jua bertemu, tiba-tiba dari belakang terdengar suara, “Disini kau rupanya, anakku!” Rintih suara itu, itu orang tuaku. Namun mereka tubuh mereka pucat, dingin, dan kaku, aku melihat badan mereka, ada bekas gigitan. “Apa yang terjadi bu?” tanyaku sedih. “Bunuh mereka, nak. sebelum kau dibunuh.” Pesanny dan mereka pun meregang nyawa. Tak lain, Pengikut clark yang melakukan ini. Amarah pun tak bisa dihindari. “Kau siap? Mari kita Berburu!” ujar Pablo. Kami Pun mencari mereka sampai ketemu, untuk melampiaskan tujuan hidup kami, menggigit dan membunuh tanpa perasaan….

TAMAT..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s