Shalat Penyelamat Nyawaku

solat

Apa yang kalian pikirkan jika kalian ditanya mengenai Shalat? Berjama’ah? Munfarid ? Atau lain sebagainya? Baiklah Sebagai Umat Muslim yang Mencintai islam, saya ingin membagi kisah saya mengenai keindahan Shalat pada kalian semua.
Namaku adalah Firman, ceritaku ini bermula ketika aku dan seorang temanku dari luar negeri, Hansson, akan berlibur ke suatu tempat di Hawaii. Kami telah memesan tiket sebanyak 2 buah untuk rencana itu. Oleh karena tempat rumahku sangat jauh dari Bandara dan takut ketinggalan pesawat, Maka kami putuskan untuk Menginap di Hotel Saja.

“Bagaimana jikalau kita menginap disini saja? Hotel ini juga dekat dengan Bandara sehingga kita tidak akan terlambat..” Ucapan Hansson terhenti saat ia melihatku sedang duduk diantara dua sujud. Aku kebetulan sedang shalat pada waktu ia berbicara. “Allahu Akbar” Ucapku perlahan seraya melakukan ruku’. “Eh, firman, kalo aku ngomong dijawab dong, Kau pikir aku ini Nyamuk Yang ngomong, Lagi pula apasih guna kau melakukan gerakan-gerakan seperti itu? Diulang lagi diulang lagi? ” Aku hanya meneruskan Shalatku saja sementara ia masih mengomel tentang gerakan ku ini. Setelah mengucap Assalamu’alaikum, Aku langsung menjawab pertanyaannya, “Hans, Ini adalah Shalat, setiap mukmin wajib menjalankan ibadah yang satu ini, termasuk saya. Jika ini ditinggalkan, maka yang kami dapatkan adalah siksa kubur.” Ujarku tetap Tenang. “Alaah, mau siksa kek, mau apaan kek, I DON’T CARE! Pokoknya kita harus segera sampai di Hawaii Tepat pada waktunya.

Aku juga memahaminya tingkahnya seperti itu, karena ia adalah seorang Penganut Atheis, Ia tidak mengenal Tuhan, tidak mengenal Agama dan lain sebagainya. “Baik kalau begitu, Jadi kita harus menginap di Hotel sini agar tidak terlambat” Jawabku tenang. Lalu kami berdua memutuskan untuk segera pergi ke hotel dan merebahkan diri ke kasur sehingga pada saat pagi nanti, tepatnya jam 5 Subuh, kami tidak akan terlambat sampai di Bandara.

“Masya Allah ini hampir subuh, Hans bangun! kita terlambat! ayo cepat beres-beres!” Mengetahui hal itu, ia langsung bergegas pergi mandi dan langsung berpakaian dan sarapan, aku juga mengikuti langkah-langkahnya, Mandi, Berpakaian, Makan, kecuali sebelum Pergi, aku masih ingin melaksanakan Shalat subuh terlebih dahulu. “Kamu ini apa-apaan sih? Kita ini terlambat eh kamu masih ingin shalat yang gak jelas lagi waktunya. Hawaii lebih penting dari shalat firman, ayo sekarang kita pergi!” Paksanya.

“Maaf, hans, tapi jika kau ingin pergi meninggalkan ku, tinggalkanlah saja, aku masih tetap pada pendirian ku untuk shalat. Maaf aku harus segera shalat dulu sebelum waktu subuh habis” Teriakku sambil berlalu ke lantai dasar hotel. “Ohhh TIDAAAAAKKKKKKKK” Teriak Hans saking kencang nya teriakan itu, lantai dasar pun terdengar.

Akhirnya, Setelah selesai melaksanakan Shalat Subuh, aku kembali ke kamar hotel ku dan melihat Hans yang masih sabar menungguku. Setelah berdiskusi atau debat kecil, kami pun langsung membawa koper kami dan pergi dari hotel menuju bandara Soekarno-Hatta di jakarta. Tiba-tiba, apa yang kami Cemaskan selama ini benar-benar terjadi. Kami berdua ketinggalan pesawat 10 menit yang lalu. Sontak hal itu membuat Hans kaget setengah mati, “Lihat! oleh karena ulahmu dengan shalat itu, kita jadi terlambat dan tertinggal pesawat, Firman! sekarang apa yang harus kita lakukan? melanjutkan kembali shalatmu yang tak berguna itu?” Geramnya sampai-sampai wajahnya memerah menahan kesal.

“Maaf Hans, tapi aku memberi mu saran untuk jangan pernah menghina agama kami, memang kita terlambat, tapi siapa yang salah, agamaku atau kita berdua yang kesiangan? pikirkan itu!” Balasku. 10 menit kami berdebat dan tidak menghasilkan apa-apa, tiba-tiba, terdengarlah suara Radio yang memberitakan bahwa, pesawat Yang kami pesan tadi untuk pergi ke Hawaii Meledak Seketika 20 menit setelah lepas landas di bandara oleh karena Hilang kontak dengan bandara disini. Mengetahui hal itu, aku pun langsung mengucapkan syukur bahagia karena kami tidak terlibat dalam kecelakaan itu, sementara Hans, Hanya diam terpaku, tidak percaya akan hal itu. Ia kemudian Menyatakan dirinya untuk menjadi Muallaf setelah kejadian itu.. Subhanallah….

Selesai..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s