Hantu Asrama (Part 1)

Hantu

Oleh : Virgian

Sebelumnya, aku tidak pernah berpikir atau bahkan bertemu dengan hantu. Namun, kali ini berbeda, hantu ini tidak seperti apa yang kalian fikirkan. Cerita ini bermula ketika aku diterima di sebuah pesantren yang katanya angker. Gizdy, ya begitulah nama sapaan akrabku. Aku dipaksa masuk ke pesantren oleh bokap ku, ia kesal karena aku sering buat onar di SMP ku dulu.

Namun, aku juga tidak terlalu sedih karena masuk pesantren, justru hal inlah yang membuatku merasa nyaman dan bisa hidup berdikari. Selama 1 tahun awal aku sekolah, aku merasa begitu nyaman dan bahkan belum pernah mengalami hal yang namanya melihat Hantu. Hingga pada suatu hari, Fitzi dan mery mengajak ku ke sebuah tempat, “Didi, aku rasa ini tempat paling tepat bagimu untuk uji nyali nih. Kebetulan juga ini malam hari, jadi kan kamu mau lihat hantu, ya disini aja. “ Kata Fitzi berbisik agak sedikit ketakutan.

“Jangan Ngigau deh, Ngapain pake uji nyali segala? Emang dapet hadiah hah? Tanyaku. “wuih, ngeremehin hadiahnya nih. Ok deh, kalo misalnya kamu berhasil ngelewatin uji nyali ini. Ada surprise banget loh untuk kamu. Yakin deh” Mery Meyakinkanku. Namun, uji nyali tidak dilaksanakan mala mini, 3 hari kemudian, sebelum malam hari, kami sedikit membahas tentang Ujian sekolah yang diadakan seminggu lagi, “Eh, didi, ajaran aku dong Matematikanya. Kan kamu master nya matematika di sekolah ini.” Sahut Edi dengan kacamata bulat dan badan mungil nya. “Maaf sob, gua ga bisa. Gua harus ngajarin si…” Belum sempat berbicara, edi langsung memotong, “ngajarin si Siska? Eh sob, lo bisa ga sih ngajarin temen loe sejak kecil ni sehari aja? Tiap hari nge-charge nya sama siska melulu, kapan buat gua?” Teriak Edi Sembari memukul meja kantin sekolah sehingga rombongan Mery dkk datang.

“Eh boncel, ngapain lu mukulin fasilitas sekolah? Preman toh?” Tanya mery dengan wajah garang khas nya. “ Anu non, si Didi, biasa gak mau ngajarin gua hanya karena si Siska. “ Jawab edi polos. “Terus emang kenapa? Kamu mau marah? Badan kecil, musuh badan kekar, ya jelas kalah..” Sahut mery. “Udah mer, ga baik” Jawabku halus dan lagi-lagi membuat Siska Melting yang dari tadi berdiri di sampingku. “Eleh , sok lu. Eh ngomong-ngomong, gimana persiapannya buat uji nyali? Udah siap toh?” Tanya mery pesimis. “Tenang, udah matang kok persiapannya” Jawabku tenang. Aku merasa optimis akan hal itu soalnya selama aku hidup aku belum pernah melihat yang namanya Hantu.

Hingga Malam menjelang, aku mulai merasa bulu kuduk ku berdiri, “ oh ya tuhan, lindungilah aku dari candaan temanku ini, atau pun hantu yang serius.” Malam uji nyali pun tiba, “Ok matikan lampunya.” Jawab ku menantang. Tanpa jawaban apapun, mery yang dari tadi diam saja sejak perjalanan ke tempat ini pun langsung mematikan lampu.

1 jam waktu yang diberikan pun seakan terasa 4 jam. 15 menit pertama kulalui dengan kondisi yang biasa-biasa saja. Akan tetapi, 5 menit kemudian, suara aneh mulai terdengar, “ngggrrrrgrrrrggaahhh” begitulah suara yang kudengar, Nampak seperti suara rauman. “Tenang di tenang, hanya suara. Mari kita buka buku Ekonomi kita.” Jawabku dalam hati. Aku langsung membuka buku saku ekonomi ku. Selagi membaca, tiba-tiba kayu yang berada di depanku sontak jatuh dengan sendirinya, latah ku mulai muncul lagi, “Astaghfirullah, penawaran merupakan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen pada waktu tertentu… Ehhh latah-latah” spontan aku berkata begitu. “tenang ini hanya ilusi” Ujarku dalam hati.

Bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s